Langsung ke konten
TV Nusabangsa

Edisi Nasional

UMS Edukasi Pemilahan Sampah di MI Muhammadiyah Gedongan, Dorong Terwujudnya Sekolah Adiwiyata

Edukasi Nasional

UMS Edukasi Pemilahan Sampah di MI Muhammadiyah Gedongan, Dorong Terwujudnya Sekolah Adiwiyata

Redaksi Nusa Bangsa

Sedang dibaca 0 orang

UMS Edukasi Pemilahan Sampah di MI Muhammadiyah Gedongan, Dorong Terwujudnya Sekolah Adiwiyata

UMS mengedukasi siswa MI Muhammadiyah Gedongan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik melalui pembelajaran interaktif dan praktik kreatif untuk mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata.

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M): Dosen-Tendik Berkontribusi, dengan tajuk “Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan”. Program ini juga menjadi wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Pelaksanaan kegiatan didampingi dosen Fakultas Farmasi UMS, apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., bersama dua tenaga kependidikan UMS, yakni Anisa Dewi Rahayu, S.Si., selaku ketua tim, dan Nindy Samira Rahmi, S.Si., sebagai anggota. Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Farmasi UMS dari jenjang sarjana, magister, dan doktor turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tingkatkan Pemahaman Siswa tentang Pemilahan Sampah

Edukasi ini dilatarbelakangi oleh masih perlunya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan dan penanggulangan sampah. Lingkungan sekolah dinilai menjadi tempat strategis untuk menanamkan kesadaran dan membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, mengenali contoh masing-masing jenis sampah, serta menerapkan kebiasaan membuang dan memilah sampah sesuai kategorinya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

“Permasalahan sampah merupakan momok penting yang masih telaten menjadi permasalahan umum masyarakat hingga sekarang. Permasalahan ini muncul seiring dengan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah dan penanggulangannya,” ujar Anisa, Senin (12/10/2026).

Untuk meningkatkan minat belajar siswa, tim UMS menyampaikan materi secara interaktif melalui presentasi PowerPoint (PPT) dengan konten yang menarik dan mudah dipahami. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum dan setelah menerima materi edukasi.

Selain itu, kuis berhadiah turut diselenggarakan untuk meningkatkan partisipasi siswa. Metode pembelajaran yang interaktif tersebut disambut antusias oleh para peserta selama kegiatan berlangsung.

Praktik Kreatif Memanfaatkan Galon Bekas

Tidak hanya menerima materi secara teori, para siswa juga mengikuti praktik melukis tempat sampah organik dan anorganik dengan memanfaatkan galon bekas. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kreatif untuk mengenalkan pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan kembali barang bekas.

Melalui praktik tersebut, siswa diajak memahami bahwa kepedulian lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Pemanfaatan galon bekas sebagai tempat sampah juga memperkenalkan nilai guna ulang barang yang berpotensi menjadi limbah.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mampu menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik beserta contoh-contohnya. Materi edukasi dan kuis yang diberikan turut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.

Dukung Terwujudnya Sekolah Peduli Lingkungan

Melalui program “Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan”, UMS berharap edukasi pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di MI Muhammadiyah Gedongan.

Penanaman kesadaran sejak usia dini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku yang bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap terwujudnya sekolah Adiwiyata yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dengan keterlibatan perguruan tinggi, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pihak sekolah, edukasi lingkungan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

WhatsApp X
  • pendidikan
  • surakarta
  • muhammadiyah
Memuat komentar…