Langsung ke konten
TV Nusabangsa

Edisi Nasional

BIKE Akuisisi 45% Saham Sumber Bara Abadi, Perkuat Ekspansi Bisnis Pertambangan dan Energi

Nasional Nasional

BIKE Akuisisi 45% Saham Sumber Bara Abadi, Perkuat Ekspansi Bisnis Pertambangan dan Energi

Redaksi Nusa Bangsa

Sedang dibaca 0 orang

BIKE Akuisisi 45% Saham Sumber Bara Abadi, Perkuat Ekspansi Bisnis Pertambangan dan Energi

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memperluas bisnis pertambangan batu bara melalui akuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi (SBA) dengan potensi cadangan 86 juta metrik ton dan target produksi meningkat menjadi 4 juta metrik ton per tahun pada 2029.

JAKARTA – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) semakin memperkuat ekspansi bisnisnya di sektor pertambangan dan energi. Sehari setelah mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri, perusahaan tersebut kembali melakukan aksi korporasi melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), dengan mengakuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi (SBA) pada 9 Oktober.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BIKE dalam memperluas portofolio usaha di sektor energi, khususnya pertambangan batu bara. Melalui akuisisi tersebut, BIKE berupaya memperkuat posisi bisnisnya sekaligus mengoptimalkan potensi aset pertambangan yang dimiliki perusahaan.

PT Sumber Bara Abadi merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi. Berdasarkan informasi registri Minerba Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), izin tersebut tercatat dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017.

Wilayah operasional pertambangan SBA mencakup area seluas 4.909 hektare yang berlokasi di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu aktivitas pertambangannya tercatat berada di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu.

Komisaris Utama PT Sumber Bara Abadi yang baru ditunjuk, R. Wicaksono Tri Septoari, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki potensi cadangan batu bara yang diperkirakan mencapai 86 juta metrik ton. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan bisnis dan peningkatan produksi perusahaan ke depan.

“Kandungan batu bara yang mencapai sekitar 86.000.000 metrik ton kami proyeksikan dapat menghasilkan pendapatan perusahaan sebesar USD 84.000.000, dengan rata-rata produksi 2.000.000 metrik ton per tahun. Namun demikian, kami akan meningkatkan produksi hingga mencapai 4.000.000 metrik ton per tahun mulai 2029,” ujar R. Wicaksono Tri Septoari, yang akrab disapa Reymond, saat ditemui awak media.

Menurut Reymond, peningkatan kapasitas produksi tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan perusahaan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya dan aset pertambangan yang tersedia.

Ia menambahkan, transaksi akuisisi ini juga mencakup pengelolaan berbagai aset pendukung operasional, antara lain fasilitas pelabuhan, sistem conveyor, aset perkantoran, serta aset perusahaan lainnya, sesuai dengan cakupan transaksi yang disepakati.

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis dan mengamankan rantai pasok. Kami melihat potensi besar dalam tata kelola aset tambang ini dan berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen kami untuk mengoptimalkan efisiensi produksi,” tambah Reymond.

Dengan masuknya PNE melalui kepemilikan 45% saham SBA, BIKE memperluas keterlibatannya dalam industri pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. Ekspansi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kontribusi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

Meski demikian, realisasi target produksi hingga 4 juta metrik ton per tahun pada 2029 akan bergantung pada kesiapan operasional, pengembangan infrastruktur, kondisi pasar batu bara, serta pemenuhan ketentuan perizinan dan lingkungan yang berlaku.

Langkah ekspansi BIKE melalui PNE tersebut menjadi perkembangan yang perlu dicermati dalam dinamika industri pertambangan dan energi nasional, terutama terkait strategi perusahaan dalam mengembangkan aset, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas portofolio bisnisnya.

WhatsApp X
  • NegaraMaju
  • PTBIKE
  • tren
Memuat komentar…

Berita terkait